![]() |
| Kerusakan akibat Badai Maysak di Negara Federasi Micronesia - RNZI |
Jayapura, Jubi – Kapal patroli yang membawa pasokan air ke pulau-pulau yang hancur di Negara Federasi Mikronesia (FSM) akan meninggalkan Pohnpei malam ini untuk memulai distribusi bantuan darurat setelah badai Maysak menyerang negara ini.
Badai Maysak, dengan kecepatan angin 260 kilometer per jam, menerjang pulau-pulau yang membentuk negara bagian Chuuk minggu lalu hingga menyebabkan lima orang tewas. Badai ini juga menghajar pulau Yap pada Rabu minggu lalu hingga menyebabkan rumah-rumah, tanaman dan bangunan di Ulithi dan Fais mengalami kerusakan parah.
Pejabat penanggulangan bencana di pulau Yap mengatakan tim assessment mereka masih mencari tahu apa saja kebutuhan masyarakat. Pemerintah pusat di Pohnpei menunggu laporan resmi dari pulau Yap dan telah mengirimkan permintaan bantuan internasional kepada badan koordinasi bantuan PBB di Suva setelah keadaan darurat diumumkan.
Andrew Yatilman, direktur Kantor Lingkungan Hidup dan Manajemen Darurat FSM, mengatakan sejumlah orang dirawat di rumah sakit di Chuuk karena cedera.
“Mereka tidak memberi kami jumlah pasti. Tetapi mereka mengatakan bahwa sejumlah orang terluka karena puing-puing rumah yang jatuh menimpa mereka,” kata Yatilman kepada Jubi dari Pohnpei, Sabtu (4/4/2015)
Yatilman menambahkanpemerintah FSM saat ini punya satu kapal patroli di Chuuk yang memberikan air dan kebutuhan penting seperti selimut dan peralatan dapur.
“Untuk pulau Yap, kita menunggu kabar lebih lanjut agar pemerintah nasional dapat merespons secara efektif. Kami telah mengirim kapal patroli juga, dan itu akan membawa pasokan air, hari Kamis lalu,” ujar Yatilman.
Sementara itu, Presiden FSM, Manny Mori mengkhawatirkan rakyatnya akan menghadapi kelaparan.
“Badai Maysak bisa menyebabkan kelaparan bagi rakyat kami jika kami tak bertindak segera dan masyarakat internasional terlambat memberikan respon,” kata Presiden FSM ini kepada Radio New Zealand.
Presiden Mori menambahkan sekolah-sekolah, fasilitas kesehatan, utilitas umum, rumah pribadi banyak yang rusak. Beberapa kapal nelayan tenggelam akibat badai yang menghantam negaranya ini.
Direktur Eksekutif Palang Merah Mikronesia, Isao Frank, mengatakan rakyat FSM membutuhkan bantuan kemanusiaan yang signifikan dan sebagian relawan sudah membantu untuk mendistribusikan bantuan tersebut.
“Kami memiliki tim di lapangan yang melakukan assessment. Pasti banyak kerusakan tanaman dan fasilitas seperti sekolah dan bangunan,” kata Isao Frank saat dihubungi Jubi, Minggu (5/4/2015) pagi dari Jayapura.
Menurut Direktur Eksekutif Palang Merah Mikronesia ini, kebutuhan mendesak adalah makanan, air dan pakaian.
“Pulau-pulau ini sendiri memiliki persediaan makanan yang terbatas. Mereka mungkin harus menunggu selama tiga sampai lima hari dan mungkin tidak siap untuk menunggu selama itu. Kelaparan adalah kemungkinan yang mereka hadapi,” katanya. (Victor Mambor)
Source: Tabloid Jubi

Post A Comment:
0 comments so far,add yours