Articles by "Kata-kata"
Showing posts with label Kata-kata. Show all posts
Puisi di bawah ini diambil dari dinding facebook Nesta Ones Suhuniap yang di-upload tanggal 3 Juli 2015. SELAMAT MEMBACA.








Foto: Tahanan Politik di Nabire. (Doc: Nesta)
Penjajah
Penjajah
Kau begitu kejam
Kau telah menghancurkan negaraku
Dan kau pula yang menganiaya kami
Demi kepentinganmu sendiri piring makan disini, 



Penjajah
Kau tak berperi Kemanusiaan,
Kau tak mempunyai budi pekerti
Kau tega menganiaya dan penagkap memenjarakan kami dan menindas kaum yang lemah Dan kaum yang tidak berdosa


Penjajah
Mengapa kau begitu benci kepada kami
Sehingga engkau memperlakukan kami seperti binatang
Dan engkau pula yang menghancurkan negara kami
Sehingga menjadi negara yang kacau balau


Penjajah
Sungguh kejam kau
Kau tega membuat kami menderita
Di tanah kami sendiri


AKU AKAN MELAWANMU..! SEKALIPUN DI SUGA KAU PENJAJAH..!
Foto Ilustrasi by Angin Selatan.
Melihat pada isu Pro kemerdekan Papua Barat, yang semakin mendunia, sejauh ini Indonesia masih menganggap isu tersebut tidaklah sesuai fakta. Padahal sangat jelas, gerakan tuntutan kemerdekaan Papua bukan diluar negeri, tetapi ada didalam negeri yaitu di Papua, bahkan dari tingkat ibu kota Propinsi sampai tingkat kampung.
Sejalan dengan tuntutan tersebut, harusnya perhatian pemerintah pusat kepada apa yang diinginkan dan diharapkan oleh rakyat Papua. Bukan semata-mata membentuk pokja yang nantinya mengcounter setiap opini dan berbagai isu papua. Justru disinilah letak ketidak tepatan yang terjadi. Kami merasa bahwa hak kami dalam menuntut pada pemerintah semakin dikekan.
Persoalan dasar dari pada sejarah kelam masa lalu merupakan sebuah permasalahan yang sesegera mungkin ditindaklanjuti, pendekatan kepada rakyat Papua bukan dengan militer dan dalih persatuan semata tetapi lebih kepada keinginan luhur yang tulus dalam membangun persatuan berbangsa.
Jika Papua itu bagian tak terpisahkan dari Indonesia, sudah sepantasnya Indonesia memahami, mendengar dan menyelesaikan apa yang menjadi tuntutan rakyat Papua. 

Frans Nawipa
Kiri Nimror Waker Kanan Enis E Kogoya
Penyanyi Lokal LAPAGO Foto Enis E Kogoya
Berawal dari 24 tali sinar gitar,
Musik Iaraa pondasi alami,
Melirik kata dengan batin,
Mencipta kata dengan situasi.

Hembusan kata terlantun .
Seakan kaulah penghibur dulu.
Ekspresi batin menyelimuti dahaga Kini,
Pantunan suara membuat getaran batin,

Seakan nadi terpendam dengan situasi,
Kaulah semangat hidup,
kaulah musik ekspresi jiwa ,
kaulah pelirik alami,
kaulah penyanyi alami,
Kaulah MANIKO grup dan KAONAK grup.
_______________________________________________________________
Persembahan Untuk: Nimbrot Wakerwa dan Enis E Kogoya

Sumber: PELITA PAPUA