Articles by "Laporan"
Showing posts with label Laporan. Show all posts
Media Nasional KNPB Wilayah Sorong Raya
KNPB News SORONG RAYA/Megaphone PAPUA – kembali melakukan pertemuan BIN, BAIS undang kepala suku Lintas   papua barat melakukan pertemuan pada:
Hari Tanggal        : Sabtu 30 mei 2015
Waktu                   : Pukul 21 .00 WPB
Tempat               : kompleks kokoda
Agenda               : Rencana Targetkan Penculikan Aktivis KNPB Wilayah Sorong Raya.
Dengan laporan Inteljen KNPB bahwa rencana pertemuan darurat yang lakukan oleh BIN BAIS dengan Kepala Suku Lintas Papua Barat membuat pernyataan sikap, untuk    membubarkan dan penculikan terhadapp aktivis KNPB wilayah Sorong   Raya.
Akhir dari pertemuan BIN, BAIS dan Kepala suku Lintas Papua barat ditargetkan penculikan ketua KNPB sorong raya ( Tn. kantius Heselo dan JUBIR Tn, Agustinus Aud )
Dengan   strategi BIN BAIS dan Kepala suku Lintas papua barat maka KNPB Menghimbaukan kepada Seluruh Rakyat West Papua, LSM HAM, dan ILWP, bahwa:
  1. Apabila terjadi penculikan atau pembunuhan, yang akan bertanggung jawab adalah BIN BAIS dan Kapala Suku Lintas Papua Barat.
  2. Karena mengingat penculikan dan pembunuhan Almarhum ketua KNPB Tn Martinus Yohame . hal yang sama di lakukan oleh BIN BAIS dan kepala suku Lintas Papua Barat.
  3. Bila mana Rencana target  BIN , BAIS   kembali terjadi terhadap Aktivis KNPB wilayah sorong raya ,berarti yang harus bertanggung jawab adalah Wali Kota Sorong , Bupati Sorong, DPRD Kota/kabupaten sorong, Dandim, Polres, kepala suku Lintas Papua Barat.

Sorong Raya, 02 juni 2015
Demikian atas kerja sama Tuhan Allah leluhur bangsa papua Memberkati,
Amuk, men, ata , yosupa, hobore, wa wa wa…


Megaphone PAPUA - KNPB Numbaynews Kamis 28 Mei 2015 masa aksi dari Komite Nasional Papua Barat KNPB Numbay melakukan aksi demo mendukung ULMWP membawah West Papua ke MSG berakhir dengan pembubaran dan penagkapan 8 aktivis KNPB numbay.

KNPB wilayah Numbay pusatkan titik kumpul di halte Yapis, Masa aksi demo damai berkumpul di halte yapis jam 08- 00 – 10.00 WPB, pada pukul 10.30 Masa menuju DPRP, slema 2- 0 menit mas aksi menkunakan angkutan kota tiba di kantor DPRP jam 11. 10 WPB. Kemudian masa aksi membentangkakan spanduk dan bendera KNPB melakukan orasi - orasi selama 5 menit. Kemudian aparat kepolisian menadtangi masa aksi dari KNPB sentani yang berkumpul di halaman DPRP langsung dibubarakan secara paksa dan 8 aktivis KNPB Numbay ditangkap .

Sebelumnya terjadi penagkapan di perumnas III waena dan Expo masa Aksi dari KNPB numbay menuju ke kantor DPRP untuk mendesak DPRP mengeluarka aktivis KNPB namun, polisi kembali membubarkan masa aksi di kantor DPRP dan menagkap 8 aktivis KNPB yang melakukan orasi-orasi di halaman kantor DPRP Penagkapan di kantor DPRP itu terjadi pada pukul 10 .00 – 11. 30 WPB.
anggota dan pengurus KNPB Numbay yang ditangkap di halaman kantor DPRP dan ditahan Polres Kota jayapura.

Berikut nama -nama yang ditangkap kantor halaman DPRP :

1. Regina Wenda Sekertaris KNPB numbay
2. Ribka Komba Bendahara KNPB numbay
3. Yimi Broway Ketua I KNPB Numbay
4. Abetnego Tenoye
5. Marike Mbrasar
6. Didimus Wakei
7. Anton Iyai dan ada satu orang belum sempat didata

Barang barang milik KNPB Numbay yang disita aparat kepolisian dari halaman Kantor parlemen atau DPRP antara lain;
1. Satu buah mengapone
2. Satu buah spnduk
3. 7 Buah HP
4. 6 buah bendera KNPB
5. 1 buah camera

Kemudian pada pukul 11. 00 WPB masa aksi yang dari sector abe kamkey dan dari perumnas 3 sebagian berkumpul kembali ke sekertariat KNPB dan selanjutnya menuju ke kantor DPRP agar segera bebaskan aktivis KNPB yang ditangkap lebih dahulu.

Pada pukul 11. 10 WPB masa menuju ke kantor DPRP menggunakan mobil komando yang dipakai oleh KNPB hari Ini. Pada pukul 12.00 WPB masa aksi tiba di tama nimbi kemudian berusaha untuk masuk ke kantor DPRP namun polisia membubarkan paksa dan melakukan pemukulan terhadap sejumlah aktivis KNPB.

Mereka yang dapat tangkap di taman imi adalah
1. Aftur Silak
2. Laskar Sama
2. Natalis Mabel

3. Thea Alua
4 . Gepsi

semua yang ditangkap diarahkan ke Polresta kota Jayapura.





Megaphone PAPUA - Polda Papua terus melakukan penyisian dan penyiksaan terhadap warga sipil di tembagapura Timika Papua. Polisi juga membakar Rumah -ruma warga sipil dan 1 gereja dibakar di kampung utikini.Tindakan aprata kabungan TNI/Polri dan di tembagapura membuat masyarakat ketakutan.

Polda Papua bersama kepolres timika dengan TNI melakukan penyisiran dan Pengkapan serta penyiksaan terhadap rakyat sipil di Tembagapura untuk mencari pelaku penembahkan terhadap 2 Brimob dan 1 sekuriti di tembagapura pada tanggal 02 januari 2015 minggu lalu.

Polda Papua sempat mengatakan bahwa pelaku penembahkan terhadap 2 brimob itu dilakukan oleh Ayub Waker. Polisi bukan mengejar ayub Waker namun melakukan penyiksaan terhadap rakyat sipil.

Salah satu warga Masyarakat atas nama nama JEKSON WAKER , umur 26 thn , ditangkap tanggal 02 januari 2015 pagi , korban tersebut tidur di 68 tembagapura, pagi turun ke utikini, namun dalam perjalanannya aparat gabungan TNI/POLRI menagkap korban. polisi bukan hanya melakukan penangkapan namun melakukan pemukulan sampai baba belur, sampai tubuh korban bermandi darah. Pada hal dia bukan pelaku hanya rakyat sipil yang tidak tau tentang penembakan terhadap polisi tersebut Lebih lanjut dia mengatakan bahwa kami karyawan pun tidak aman karna TNI ,POLRI ini tidak main tannya dan langsung main pukul. Beberapa karyawan korban dipukul, maaf tdk sempat ambil gambar sebab situasi di sini sangat dibuat tidak manusiawi yang mana sebagai Pendulang di Kali Kabur, Kampung Utukini, Tembagapura.

Ia ditangkap pada 1 Januari 2015 oleh pihak Kepolisian. Ia ditangkap dan disiksa dan ditembak dikakinya untuk dilumpuhkan. Kepolisian mencurigai Dia sebagai pelaku dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ia telah ditetapkan sebagai tersangka sehingga sebelumnya Ia disiksa bagaikan binatang dan ditembak untuk lumpuhkan sehingga sampai saat ini dia masih dirawat di rumah sakit.

Selasa 6 Januari 2015 pasukan gabungan TNI dan Brimob menangkap sekitar 65 orang dari Kampung Utikini, Distrik Tembagapura dan langsung dibawa turun ke Polres Mimika untuk dimintai keterangan. Sampai hari ini Polda Pupua yang terdiri dari Tim Gabungan TNI dan Polri masih sedang lakukan penyisiran di Kampung Utukini, Tembagapura. Rakyat Papua yang ada disana sedang disiksa, dibunuh, diperkosa, dipukul, ditahan dan mereka ada hidup dalam tekanan Militer indonesia. Situasi di tembagapura tidak aman pada tanggal 06 Januari 2015 polisi membakar rumah-rumah warga dan 1 Gereja lama dibakar oleh TNI , POLRI.

Hal tersebut diungkapkan salah satu karyawan yang tidak menyebutkan namanya yang merupakan anggota KNPB yang bekerja di tembagapura kepada kami KNPB pusat melalui telfon selulernya.[MP]


Foto Profil Facebook Ones Suhuniap

Kaimana, 08 April 2015 KNPBNews : Ditengah maraknya suhu politik Papua menuju penentuan nasib sendiri, Indonesia berupaya keras untuk mempertahankan Ideologi merah putih dengan berbagai cara. 

Dari Kaimana Papua Barat, sejumlah siswa Papua yang kini menjalani pendidikan di sekolah menengah atas atau SMA di kaimana merasa dipaksakan oleh pihak sekolah untuk mengenakan simbol Bendera Merah Putih pada pakaian seragam sekolah.

Hal itu disampaikan oleh Feri Namsau siswa SMA YPPK Santo Thomas Akuino Kaimana. “Sudah bukan jamannya lagi untuk sekolah melakukan hal semacam ini, karena telah mengetahui bendera kita bintang kejora” tutur Feri Namsau dengan wajah penyesalan. Hal serupa disampaikan oleh siswa SMA Negeri I Kaimana beinisial Kilyon Kubewa.


“Guru-guru membagi simbol bendera merah putih kepada siswa-siswi SMA untuk dipasang pada pakaian seragam sekolah, sehingga anak-anak Papua merasa tidak aman, ada yang langsung memasang pada pakaian seragam mereka, ada juga yang tidak ingin memasang simbol merah putih itu karena mereka tahu bendera mereka Bintang Kejora” jelas Kilyon Kubewa kepada media KNPB Kaimana. Melihat hal itu, Ketua KNPB Kaimana mengatakan bahwa Identitas bangsa Papua mengenai Bendera Negara kini telah diketahui oleh segenap Bangsa Papua mulai dari orang tua hingga anak-anak usia dini, untuk itu pihak Dinas Pendidikan Kaimana perlu memperhatikan setiap program yang diterapkan di sekolah. “Sebagai pihak yang bertanggungjawab, Dinas Pendidikan Kaimana perlu mempertanyakan setiap program yang diterapkan oleh pihak sekolah, apalagi sampai diwajibkan untuk mengenakan pakaian seragam SMA bersimbol Merah Putih” tutur Ruben Furay. 

Lebih lanjut ia menyatakan apabila siswa-siswi Papua tidak menggunakan atau tidak mematuhi perintah sekolah untuk memasang simbol-simbol bendera Merah Putih pada seragam sekolah, pihak sekolah tidak perlu mempersalahkan mereka karena hal itu menyangkut Ideologi Bangsa” saya menghimbau pihak sekolah untuk tidak mempersalahkan siswa-siswi Papua bila mereka tidak mengindahkan perintah atau atauran sekolah menyangkut simbol merah putih yang dipaksakan untuk dipakai pada seragam mereka, karena mereka tahu bendera mereka adalah Bintang Kejora, dan ini adalah Ideologi bangsa” lanjut Ruben Furay dalam menanggapi program baru itu.

By: Crew KNPB Kaimana
Source by: FACEBOOK ONES SUHUNIAP