Articles by "MSG"
Showing posts with label MSG. Show all posts
Benny Wenda
Honiara, Megaphone PAPUA - Dalam Konferensi Tingkat Tinggi Melanesian Spearhead Group (KTT MSG) yang diadakan di Honiara, Solomon Island 18-24 Juni 2015, Benny Wenda juru bicara United Liberalisation Movement for West Papua (ULMWP) menyatakan sikapnya optimis West Papua menjadi anggota penuh dalam forum MSG.

Dalam pertemuan tersebut, para pimpinan negara kawasan melanesia yang tergabung dalam MSG akan memutuskan dua agenda pengajuan keanggotaan, Melanesian West Papua dan Melanesian Indonesia. 

Kepada Radio Australia, Benny Wenda mengatakan dirinya sangat berharap West Papua dapat diterima menjadi anggota penuh, sementara keputusan akan ditetapkan pada Rabu 24 Juni 2015. 

Benny Wenda Optimis karena ini merupakan pengajuan yang ke 2 kali, pengajuan pertama yang dilakukan oleh West Papua National Coalition for Liberalition tahun 2013 lalu ditolak karena kurangnya persatuan dalam front gerakan Kemerdekaan Papua, dengan alasan itu ULMWP dilahirkan sebagai wadah persatuan yang kali ini kembali mengajuakan aplikasi keanggotaan dan akan diputuskan Rabu, 24 Juni nanti.[Hugo/MP]


Ibadah dukungan ULMWP menjadi anggota MSG di Surabaya. (Foto: Zayur Bingga)
Surabaya, Megaphone PAPUA - Dukung ULMWP: AMP KK Surabaya Mengadakan Doa dan Petisi Dalam rangka mendukung West Papua masuk atau bergabung kedalam salah satu anggota Melanesian Spearhead Group (MSG), AMP Komita Kota Surabaya mengadakan ibadah dan petisi. Dalam ibadah ini, Mahasiswa Papua yang hadir sekitar 60-an lebih orang untuk mengikuti ibadah pada sore hari ini, pukul 17.00 – selesai, tepatnya Asrama Kemasan III Papua. Melalui sebuah ibadah ini, kita sebagai umat manusia akan diberikan kekuatan untuk memuji, memuliakan, dan mengabdi kepada-Nya.

Dan sering diberkati oleh Allah sendiri, akan tetapi kita sendiri yang akan melupakannya, apa yang diberikan oleh Tuhan kepada kita dalam sebuah proses perjuangan yang kita jalani. Tetapi, mujizat Tuhan itu Nyata dan membuktikan bahwa, perjuangan kali ini, mengenai dukungan ULMWP merupakan wadah representative Rakyat Papua yang dibentuk atas penyatuan atas faksi yang berjuang untuk kemerdekaan Papua yang dilakukan pada tanggal 1-4 Desember 2014, dengan tujuan menegakkan kedaulatam West Papua demi kembali kepadd keluarga besar Melanesia dalam Forum Melanesian Spearhead Group (MSG).

Pemusnaan etnis atas Rakyat West Papua, merupakan tanggung jawab bersama Rakyat serta pemerintahan Negara-Negara di kawasan Melanesia. West Papua masuk ke dalam MSG merupakan landasan utama, atas kesedihan dan kerinduhan hati rakyat West Papua, atas dukungan MGS bahwa West Papua harus bergabung ke dalam himpunan forum MSG.
Karena Allah sendiri akan memimpin setiap langkah hidup manusia. “Dalam setiap perjuangan, pastikan bahwa Anda akan berada dalam situasi yang memanas. Dalam arti bahwa, janganlah kita akan mengutamakan hal duniawi atau harta kekayaan yang kita miliki, tetapi berpikirlah arah ke depan yang bisa mengubah diiri kita dan tetap peercaya bahwa Tuhan itu ada, karena bagi Allah tak ada yang mustahil. Sebab, iman tanpa batas akan mengukir sebuah kata kebebasan diri dalam setiap perjuangan demi pembebasan bangsa Melanesia” ujar pengkorbah, saudara Simion Tibakoto.

Pembungkaman suara dukungan Rakyat Papua atas agenda ULMWP di MSG semakin parah, negara-negara yang berada di kawasan Melanesia yaitu; PNG, Fiji, Vanuatu, Solomon, Island, dan New Caledonia perlu memberikan suara demi masa depan Rakyat Melanesia di West Papua yang sedang berada dalam pembungkaman, penahanan, pembunuhan, penindasan, pemerkosaan, dan pemeras harta kekayaan alam West Papua yang sangat brutal dilakukan oleh Republik Indonesia.

Dalam pertemuan MSG yang berlangsung ini. Melihat situasi di atas kami yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Surabaya sekaligus mewakili seluruh Rakyat Papua menyatakan sikap, bahwa;

1. ULMWP merupakan representasi Rakyat Papua dan Kami mendukung penuh keanggotaan West Papua bersama keluarga besar Melanesia di Melanesian Spearhead Group (MSG).

2. Rakyat Papua melalui United Liberalition Movement for West Papua (ULMWP) membutuhkan dukungan yang sebesar-besarnya dari rakyat dan pemerintah Melanesia untuk bergabung bersama MSG.

3.  Papua New Guinea (PNG), Vanuatu, Fiji, Solomon Island, dan New Caledonia wajib bersuara demi membebaskan Rakyat Melanesia di West Papua dari Bahaya “Pemusnahan Etnis Melanesia.” Oleh Negara Republik Indonesia. Agar dalam pembahasan dan penetapan di sidang KTT MSG ini, kami Bangsa Papua, mengharapkan kepada Negara-Negara Bagian yang berada di bawah wadah MSG semoga mendukung aplikasi Bangsa Papua, semoga kami bangsa Papua bisa menjadi anggota bagioan dari MSG. Dengan mempertimbangkan situasi kini di tanah Papua yang berada dalam ZONA DARURAT. Maka, kami membutuhkan berbagai dukungan demi meloloskan agenda West Papua menuju keanggotaan MSG.

Ketua AMP KK Surabaya Stepanus Pigai dalam sambutan mengajak bhawa, setiap anak bangsa papua harap wajib menudukung dengan tindakan dan ekspresinya masing-masing terhadap ULMWP agar dalam pembahasa aplikasi yang berjalan ini bisa di tangapi dengan serius oleh Negara-negara bagian dari MSG dan Kami bangsa Papua yang sebenarnya bangsa malanesia supaya bisa di terimah menjadi angota bagiannya.


Lanjut Pigai, maka ditegaskan kepada setiap mahasiswa/i papua di Surabaya bhawa sebagai mahasiswa harus membuka mata dan melihat situasi ditanah air bhakan situasi ditingkat diplomasih karena kami sebagai mahasiswa papua yang artinya tulang punggu untuk Bangsa west papua. Maka jangan jadikan mahasiswa/I yang hidupnya segitiga tetapi buatlah sesuatu demi kebenaran karena kebenaran itu akan membuktkannya, namun ini momen yang tepat untuk kita bisa berekpresi sesuai bakat kita untuk mendukung West Papua menjadi angota dari MSG.[Hugo/DG/MP]
ULMWP Logo
Megaphone PAPUA - United Liberalition Movement for West Papua (ULMWP) mengatakan ia memiliki mandat dan mewakili suara Rakyat Papua untuk kepentingan terbaik dari Rakyat Melanesia di Papua Barat.

Kelompok ini mewakili tawaran Rakyat Papua Barat untuk keanggotaan penuh MSG, yang akan melakukan KTT para pemimpin tahunan pekan depan di Honiara.

ULMWP mengatakan KTT MSG tahun lalu telah mendesak orang Papua Barat untuk membentuk penyatuan kepemimpinan yang sah dan mengatakan Rakyat telah melakukan itu.

Ia mengatakan pertemuan puncak pekan depan adalah untuk mencoba tujuan dan tekad keanggotaan dalam forum MSG untuk mempersolid, mempertegas hubungan abadi antara orang Melanesia.[Hugo/MP/RNZ]
Aksi KNPB Konsulat dukung West Papua menjadi anggota ULMWP
Sulut, Suara PASEMA/Megaphone PAPUA - Solidaritas Pelajar, Mahasiswa, Pemuda dan Masyarakat Indonesia Tengah telah Laksanakan Aksi 20 Dukungan Kepada  United Liberation Movement For West Papua (ULMWP) Untuk Membawah West Papua Menuju Melanesian Spearhead Group (MSG). Di Depan Asrama Kamasan VIII Tomohon. Kelurahan Talete II Kecamatan Tomohon Tengah, 7 Juni 2015.

Dalam Kegiatan Aksi 20 Menit Tersebut Di Laksanakan depan asrama Kamasan VIII Cenderawasih Tomohon Sekitar 10 Menit dan Kemudian kembali masuk di dalam halam asrama Kamasan VIII, dan Melakukan Foto Bersama dengan berbagai Bentuk Tulisan sebagai Dukungan dengan sampaikan melalui Baliho. Dukungan kepada ULMWP Membahwah West Papua Menuju Melanesian Spearhead Group (MSG) Jelas Hiskia Meage Ketua KNPB Konsulat Indonesia Tengah.

Dalam Dukungan ini kami lakukan dari Gabungan Solidaritas Pelajar, Mahasiswa, Pemuda dan Masyarakat Indonesia Tengah yang ada di Manado, Tomohon, dan Tondano Sekitarnya yang dihadiri Sekitar 65 Orang, di Mediasi Oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Konsulat Indonesia Tengah, Kami selalu mendukung Penuh dalam bebagai Bentuk untuk ULMWP Sebagai Wadah Koordinatip Untuk Membawah West Papua Kepada Saudara-Saudara kita di MSG untuk Menjadi anggota Penuh. Harapan kami kiranya Tuhan Selalu menyertai Kepada Semua Pemimpin ULMWP yang terus berjuang Untuk Solidaritas dan Warga West Papua demi Untuk Menjawab Semua Persoalan yang ada di Papua, Ujar Hiskia.

Hiskia Juga Menambahkan bahwa sebenarnya kami melaksanakan Aksi Dukungan Kepada ULMWP dari tanggal 4 dan 5 Mei 2015, Namun karena ada lain hal sehingga kami tidak laksanakan, tetapi kemudian Laksanakan dukungan hari ini kepada  kepada media Suarapasema.blogspot.com ketika di wawancarainya.

Hiskia juga Menyampaikan Mohon Maaf Kepada KNPB Pusat karena kami laksanakan lewat dari tanggal Aksi dukungan kepada ULMWP secara Nasional yang di Intrusikan kepada KNPB Pusat, Wilayah Papua dan KNPB Konsulat Indonesia karena ada lai hal. Namun kami beryukur karena atas penyertaan dan kasih dari sang Pencipta Langit dan Bumi serta bangsa Papua telah menuntun kami sehingga boleh di laksanakan pada hari ini dengan baik dan aman. 

Thema yang diangkat dalam aksi dukungan ini adalah Solidaritas Pelajar Mahasiswa Pemuda dan Masyarakat Indonesia Tengah "Mendukung Penuh United Liberation Movement For West Papua (ULMWP) Membawa West Papua Menuju MSG, Dan ULMWP Is Our Legal And Representative Body For MSG "  Ujar Hiskia. (Suara Pasema).

Sumber: SUARA PASEMA

The Pacific Freedom Forum (PFF) telah mendesak Melanesian Spearhead Group (MSG) untuk memberikan Papua Barat keanggotaan penuh. Meskipun Indonesia telah memiliki status pengamat di MSG, PFF menyerukan dukungan pengakuan internasional untuk organisasi Papua Barat. Menurut PFF co-Chair, Ms. Monica Miller, aktor regional mengakui semakin banyak kebutuhan memiliki Papua Barat di meja. Sebuah keputusan keanggotaan penuh Papua Barat diharapkan oleh Juni 2015.

Di bawah ini adalah sebuah artikel yang diterbitkan oleh Solomon Star:

Pasifik Freedom Forum mengatakan, Papua Barat harus diberikan keanggotaan penuh di MSG,

"Orang-orang Papua Barat telah lama ditolak hak asasi manusia oleh pemerintah mereka sendiri," kata Ketua PFF Titi Gabi.

"Karena itu mereka dibenarkan dalam mencari dukungan dan bantuan bagi mereka hak-hak dari luar perbatasan mereka sendiri."

MSG akan memutuskan permohonan untuk menjadi anggota penuh dari kelompok Papua Barat pada bulan Juni.

PFF menyerukan MSG untuk mendukung diakui secara internasional organisasi Papua Barat, bukan inisiatif terbaru dari Indonesia.

"Indonesia telah memiliki status pengamat di MSG," kata Gabi.

"Mereka harus melangkah mundur dan membiarkan Papua Barat untuk membangun hubungan penuh dan tepat dengan saudara-saudara mereka Melanesia."

Sebuah koalisi baru dibentuk kelompok kebebasan yang disebut Gerakan Serikat Pembebasan Papua Barat kini bersaing dengan inisiatif dari pemerintah Indonesia untuk mendapatkan pengakuan untuk pengelompokan sendiri.

PFF sebelumnya telah bergabung keprihatinan internasional mengenai pelanggaran hak asasi manusia oleh pasukan keamanan Indonesia di Papua Barat, termasuk terhadap kebebasan berbicara, bersama dengan serangan, sewenang-wenang penangkapan, penyiksaan, pemerkosaan dan pembunuhan.

PFF co-Chair Monica Miller mengatakan ada pengakuan yang berkembang untuk Papua Barat untuk memiliki suara di tingkat regional.

Namun dia mengatakan ada sinyal campuran dari dalam MSG, tentang kelompok mana yang mendukung.

"Ini sangat tidak masuk akal untuk MSG untuk mengutamakan suara Indonesia ketika Indonesia menyangkal hak-hak yang sama untuk warga negaranya sendiri."

Indonesia diberi status pengamat di MSG pada tahun 2011, setelah dukungan dari Fiji.

Miller mencatat bahwa dukungan untuk Papua Barat telah tumbuh secara signifikan sejak saat itu, terutama di Fiji.

Sebuah kelompok Facebook yang disebut Fiji Papua Barat Friends memiliki lebih dari 10.000 anggota.

Hal ini dibandingkan dengan sekitar 4.000 anggota dalam kelompok Australia, dan 2.000 di Selandia Baru.

Kelompok dukungan bagi Papua Barat telah muncul di beberapa lokasi di seluruh wilayah, termasuk Fiji, Kepulauan Solomon, Vanuatu, dan Papua Nugini, serta di Australia, Selandia Baru, Perancis, Inggris, Amerika Serikat, Denmark dan Belanda .

Sumber: UNPO

Megaphone PAPUA - Seorang pemimpin Gerakan Papua Merdeka yang berada di negara itu mendukung reli minggu lalu untuk negaranya menjadi bagian dari Melanesia Spearhead Group (MSG).

Octovianus Mote, seorang pemimpin Papua Barat yang diasingkan dan sekarang tinggal di Amerika Serikat, yang juga merupakan sekretaris jenderal Persatuan Gerakan Pembebasan Papua Barat (ULMWP).

Gerakan ini telah mengajukan aplikasi keanggotaan kepada MSG, yang akan dibahas pada saat para pemimpin MSG bertemu selama pertemuan puncak mereka di Honiara pada bulan Mei tahun ini.

Sementara di sini, ia bertemu kelompok-kelompok masyarakat sipil, simpatisan Papua Barat, dan pemimpin terkemuka.

Mote mengatakan kepada Sunday Star setiap orang dibutuhkan untuk mendukung aplikasi Papua Barat untuk MSG dan perjuangan mereka untuk kebebasan.

Papua Barat, yang juga merupakan orang-orang Melanesia, sedang dikuasai oleh Indonesia dan telah ada selama 53 tahun terakhir.

"Tentu saja, ada banyak cara untuk mendukung kebebasan Papua Barat, khususnya aplikasi kmai untuk bergabung dengan MSG, yang merupakan fokus utama dan tujuan untuk saat ini," kata Mote.

"Warga Kepulauan Solomon Anda adalah sahabat dan saudara kami, dukungan Anda dalam bentuk apapun di media sosial atau platform apa saja untuk memobilisasi informasi," tambahnya.

Mote mengatakan selama 53 tahun terakhir, Papua Barat telah menderita di bawah pendudukan brutal tanah mereka oleh pemerintah Indonesia.

 "Apa yang dapat Anda lakukan adalah hanya reli di belakang kami sebagai sesama Melanesia; kami ingin menjadi bagian dari itu MSG sebagai saudara dan saudari dengan warisan Melanesia.

"Tidak ada gunanya menyatakan dukungan Anda, tetapi tidak membuang kertas ke dalam mendukung aplikasi Papua Barat untuk keanggotaan MSG."

Dia mengatakan organisasi regional lainnya telah menjanjikan dukungan mereka untuk Papua Barat.

Mote juga bertemu Barat Makira MP Derick Manu'ari, seorang advocator gigih untuk kemerdekaan Papua Barat.

Manu'ari mengatakan seperti kebanyakan kelompok atau gerakan yang mendukung Papua Barat, "kita semua ingin Papua Barat untuk diberikan MSG status keanggotaan penuh".

"Sangat penting untuk mencatat peristiwa yang akan datang dan pastikan reli dan dukungan yang kita berikan kepada saudara-saudara kita efektif," kata Barat Makira MP.

"Solidaritas di antara gerakan-gerakan regional tersebut penting, khususnya di kalangan negara-negara Melanesia," tambahnya.

Manu'ari mengatakan dia berniat untuk memindahkan gerakan di lantai parlemen mencari dukungan untuk penyebab Papua Barat dari para pemimpin nasional.

Oleh BRADFORD THEONOMI

Sumber: SOLOMON STAR
Ketua MSG, Victor Tutugoro. Foto: Ist.

Noumea, MAJALAH SELANGKAH -- Ketua Melanesian Spearhead Group (MSG), Victor Tutugoro, mengatakan pada tanggal 21 Mei 2015 mendatang para pimpinan MSG akan melakukan pertemuan khusus untuk memeriksa tawaran keanggotaan yang diajukan oleh United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) atas nama rakyat Papua Barat pada tanggal 5 Februari lalu. (Baca: Bangsa Papua melalui ULMWP Resmi Ajukan Aplikasi Keanggotaan Penuh ke MSG)

Tawaran untuk keanggotaan secara resmi yang diserahkan ke sekretariat MSG pada 5 Februari tersebut adalah yang kedua kali setelah upaya rakyat Papua sebelumnya pada tahun 2011 melalui West Papua Nasional Coalition for Liberation (WPNCL) ditolak. (Baca: Beberapa Anggota MSG Oposisi Atas Tawaran WPNCL )

Dilansir radionz.co.nz dari kabar harian Noumea, Tutugoro mengaku sempat bertemu salah satu pemimpin ULMWP, Rex Rumakiek dan menyampaikan undangannya untuk hadir pada kongres yang rencananya akan digelar di Papua Nugini itu.

Dalam waktu dekat ketua MSG yang juga juru bicara FLNKS di Kaledonia Baru ini akan segera melakukan perjalanan ke Fiji dan PNG untuk membahas aplikasi yang keputusannya akan diambil pada pertemuan puncak pimpinan MSG di Kepulauan Solomon akhir tahun ini.

Menurutnya, delegasi MSG yang terdiri dari menteri luar negeri sedang mempertimbangkan rencana mengirimkan hasil keputusan yang akan diambil kepada Indonesia.

Untuk diketahui ULMWP adalah representasi dari bangsa Papua. Di ULMWP, telah bergabung tiga (3) organisasi perjuangan faksi bangsa Papua; Republik Federal Papua Barat, Parlemen Nasional Papua Barat dan Koalisi Nasional Papua Barat untuk Pembebasan.

ULMWP terbentuk setelah adanya pertemuan para pemimpin dari organisasi-organisasi perjuangan Papua Merdeka mengadakan simposium di Saralana, Port Villa, Vanuatu, 30 November 6 Desember 2014 lalu. (MC2/radionz.co.nz/MS)