![]() |
| Doc. Pasific Pos |
Jayapura,- Seorang warga bernama Elias yang mengaku sebagai Kepala Kepolisian Negara Papua Barat ditangkap aparat Kepolisian Resort Jayapura, bersama enam delegasi Komite Independen Papua (KIP) di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (14/4).
Ketika ditangkap Elias menggenakan seragam diklaim merupakan seragam Kepolisian Negara Papua Barat lengkap dengan baret dan pangkat Jenderal Bintang Empat. Sedangkan keenam delegasi KIP dimaksud berinisial LM, OB, MS, MD, DF dan TF.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Patrige saat dikonfirmasi menegaskan masih melakukan pemeriksaan terhadap enam dari kelompok organisasi NRFPB serta satu warga yang mengaku Kepala Kepolisian Negara Papua Barat.
“Mereka ditangkap di Bandara oleh aparat Polres Jayapura usai menempuh perjalanan dari Jakarta dengan menumpang Pesawat Batik Air, pukul 06.55 WIT. Untuk pemeriksaan sendiri ditangani oleh Ditreskrim Umum Polda Papua,” tegas Patrige, Selasa (14/4).
Tertangkapnya tujuh warga ini, terang Patrige, bermula adanya informasi kedatangan enam warga mengatasnamakan delegasi KIP dari Jakarta. Berdasarkan informasi itu, petugas Polres Jayapura menuju Bandara Sentani dan mengamankan enam warga dimaksud bersama dengan EA yang mengaku Kepala Kepolisian Negara Papua Barat.
“Negara kita berdaulat, maka tidak ada Negara diatas Negara Indonesia. Mereka ini igin membuat Negara diatas Negara, makanya kami tindak tegas sebagaimana penegasan Kapolda bahwa organisasi yang bertentangan dan mengancam kedaulatan Indonesia harus ditegas tegas,” kata Patrige
Mengenai dugaan pasal yang patut disangkakan terhadap ketujuh warga tersebut, Patrige menyakini mereka akan dikenai pasal Makar. Namun, hal itu akan terapkan setelah hasil pemeriksaan penyidik Polda Papua.
“Mereka ini datang dari Jakarta dan mengenai hal apa yang dilakukan, masih kita dalami. Demikian juga jeratan pasal yang tepat bagi mereka, yang pasti mengenai tindak Makar,” ujar Patrige.
Kapolres Jayapura, AKBP Sondang Siagian saat dihubungi wartawan membenarkan adanya penangkapan ketujuh warga di Bandara Sentani. Pihaknya mengakui ketujuh warga tersebut telah dilimpahkan penangannya ke Polda Papua.
“Mereka kami tangkap tadi pagi di Bandara dan sekarang sudah kami limpahkan ke Polda Papua. Dugaannya, mereka ini kelompok dari organisasi illegal, maka setiap kegiatan mereka dilarang,” tegas Siagian, Selasa (14/4). (Syaiful)
Sumber: PASIFIC POS

Post A Comment:
0 comments so far,add yours