Articles by "Domberay"
Showing posts with label Domberay. Show all posts
Ilustrasi

Jakarta, Megaphone PAPUA - Gempa bumi berkekuatan 6,8 skala richter (SR) menggoyang Kota Sorong, Papua Barat. Gempa tidak berpotensi tsunami.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengabarkan gempa terjadi pada Kamis 24 September 2015 sekira pukul 22.53 WIB. Lokasi gempa berada antara 0,59 Lintang Selatan dan 131,27 Bujur Timur, 31 Kilo Meter Timur Laut dari Kota Sorong, 68 Kilo Meter Timur Laut Raja Ampat, 93 Kilo Meter Barat Laut Kabupaten Sorong dan 311 Kilo Meter Barat Laut Manokwari.

Gempa di bumi Cendrewasih ini terjadi pada kedalaman 10 kilometer di bawah laut dan dinyatakan tidak berpotensi tsunami. Hingga berita ini dibuat belum ada informasi lebih lanjut adanya kerusakan dan korban atas peristiwa ini.

Kepala Humas Badan nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, guncangan gempa dirasakan sekitar 15 menit oleh masyarakat kota Sorong. 

"Masyarakat berhamburan keluar rumah," kata Sutopo.

Dengan Skala V MMI lanjut Sutopo, mengindikasikan getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk di Sorong.

"Jendela kaca dan plester dinding pecah, barang-barang terpelanting dan pohon tinggi bergoyang," tukasnya.
  
Sumber: METRO TV NEWS
Dokumen foto petani Papua panen sayur. (ANTARA)
Manokwari, Megaphone PAPUA - Nilai tukar petani (NTP) Provinsi Papua Barat selama Agustus 2015 senilai 100,97 mengalami kenaikan atau inflasi 0,08 persen dibanding Juli.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat, Simon Sapary, di Manokwari, Selasa, mengatakan bahwa nilai tukar petani Provinsi Papua Barat pada Juli sebesar 100,88 meningkat menjadi 100,97 pada Agustus 2015. 

Dia mengatakan, inflasi di Provinsi Papua Barat itu terjadi karena perubahan indeks harga. Perubahan indeks harga hasil produksi pertanian lebih cepat dibandingkan perubahan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga petani. 

Selain itu, menurut dia, perubahan indeks harga hasil produksi pertanian juga lebih cepat dibandingkan perubahan indeks harga kebutuhan untuk produksi.

Laju indeks harga yang diterima oleh petani Papua 0,09 persen lebih cepat dibandingkan laju indek harga yang dibayar oleh petani 0,002 persen. 

Ia mengatakan, nilai tukar petani di Provinsi Papua Barat yang paling menonjol selama Agustus 2015 adalah sektor budidaya perikanan. Sedangkan sektor tanaman pangan sangat rendah. 

Nilai tukar petani sektor budidaya perikanan indeks tertinggi sebesar 106,12 sedangkan indeks terendah adalah tanaman pangan sebesar 97,30.

Sumber: ANTARAnews
Ilustrasi
Sorong, Megaphone PAPUA -- Seorang Anggota Polres Sorong, Papua, Briptu Ak mengalami nasib nahas saat memburu komplotan penjambret. Ia ditikam oleh buruannya itu, Minggu (23/8) sekitar tengah malam di jalanan Kota Sorong. 
Akibat insiden itu, Ak mendapat luka ringan pada lengan kirinya. Kejadian ini bermula saat Ak mengejar penjambret yang kabur mengendarai sepeda motor setelah berhasil menjambret korban, Irawati Bugis.

Kebetulan, saat itu Ak sedang berada di dekat lokasi kejadian. Merasa bertanggung jawab, anggota Polres Sorong itu pun langsung memacu kendaraannya membuntuti pelaku hingga di dekat Kantor Walikota Sorong. Ia bahkan berhasil menghentikan penjambret tersebut.

Namun, saat Ak yang hendak mendekati pelaku tersebut, tiba-tiba datang teman pelaku yang juga mengunakan motor dari arah belakang dan langsung menusuknya mengunakan pisau. Sabetan pisau itu tepat mengenai lengan kirinya.

Ak yang merasa kaget dan kesakitan pun langsung menghindar. Akibatnya, pelaku yang sedianya sudah dihentikan itu berhasil melarikan diri. Usai kejadian, Ak kemudian mendatangi kantor polisi terdekat guna membuat laporan.

Kapolres Sorong  AKBP Gatot Prasetya melalui Kepala Operasi Polres Sorong, Diaz Sasongko membenarkan adanya kejadian yang menimpa anak buahnya itu. Meski anggotanya tidak mengalami luka serius, ia menegaskan bahwa pihaknya tetap akan terus memburu pelaku jambret dan penikaman itu. Ciri-ciri pelaku saat ini sudah diketahui. (deo/jpg)

Sumber: JAWA POS
Ilustrasi
Manokwar, CAHAYAPAPUA.com/Megaphone PAPUA - Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Royke Lumowa akhirnya menunjuk Komandan Detacemen C Brimob Sorong sebagai Pejabat Sementara (pjs) Kapolres Sorong Selatan.

Penunjukan Pjs Kapolres Sorong Selatan dilakukan pasca adanya demonstrasi ratusan anggota polisi setempat terhadap Kapolres Sorong Selatan AKBP Alexander Louw di Mapolres Selasa pekan ini.

Alexander dituduh oleh para bawahannya tidak transparan dalam penyaluran dana pengamanan Pemilukada daerah tersebut. Polisi setempat Jhon Paut, dalam demonstrasi mengatakan, Alexander Louw hanya menyalurkan Rp. 360 ribu kepada mereka setelah bertugas dalam pengamaman Pemilukada, padahal mereka seharusnya menerima Rp. 750 ribu per orang. Mereka juga kecewa karena pelayanan masyarakat yang sudah lama rusak tidak diperbaiki sehingga menghambat pelayanan polisi setempat.

Royke Lumowa mengatakan penunjukan Pjs diperlukan agar penyidik Propam Polda Papua Barat selesai dilakukan. Ia mengatakan penunjukan Pjs dilakukan hingga ada pejabat definitif Kapolres setempat.

“Saya minta malam ini juga Kapolres Sorong Selatan, ikut saya ke Manokwari untuk dimintai keterangan oleh kabid Propam. Kaden Brimob saya tunjuk sementara menggantikan pak Alex Louw sementara sampai dengan adanya pergantian yang defenitif,“ kata Kapolda.

Sementara itu Alexander Louw mengatakan dana pengamanan Pemilukada yang dituntut bawahannya sudah dibagi sesuai aturan. Ia mengatakan dana awal sebesar Rp. 900 juta yang diterima Polres telah disalurkan kepada para bawahannya.

“Dana itu diberikan secara bertahap. Dana masuk dari Pemda itu melalui rekening Polres dan diambil oleh bagian Opsnal, kemudian dibagikan kepada anggota, “ klaim Alex Louw.

“Saya heran dengan tuntutan anggota yang mengklaim persoalan yang menurut saya sangat jelas, sehingga menurut saya, ini hanya kepentingan pribadi oleh oknum anggota saja yang mempengaruhi anggota yang lain untuk melakukan aksi ini,” kata dia kepada wartawan.

“5 bulan yang lalu, saya telah meminta kepada Kapolda untuk saya pindah saja dari jabatan dari Kapolres, sebab saya sudah bosan menghadapi anggota yang membangkang perintah pimpinan. Yang jelas saya menjalankan perintah Undang-Undang dan penegakan Perda, tapi ada anggota yang terusik. Berarti ini sudah keliru,” dia menambahkan.

Demonstrasi pada anggota polisi setempat melumpuhkan layanan kepada masyarakat. Meski begitu kondisi di Polres tersebut tetap kondusif pasca demonstrasi. |NASIR

Sumber: CAHAYA PAPUA