Articles by "Polisi"
Showing posts with label Polisi. Show all posts

Foto: Ilustrasi.
Keerom, Megaphone PAPUA – Kepolisian Kolonial Indonesia kembali melakukan penembakan terhadap warga sipil di Keerom di Pos Security perkebunan sawit, PT. Rajawali. Kedua warga tersebut yakni Marten Sako (32 tahun) dan Markus Mebi (24 tahun) tertembak dikaki. Insiden itu terjadi, Sabtu (22/8/2015) sore.

Insiden itu terjadi ketika delapan orang warga mendatangi pos security colonial di areal perusahaan sawit Long House, PT. Rajawali di Keerom. 

Kedatangan delapan warga tersebut bertujuan untuk melakukan negosiasi dengan pihak petugas namun langsung disapa dengan tembakan kepada dua warga yang kebetulan membawa alat tajam di tangan mereka.

Ketika dievakuasi ke rumah sakit setempat, kepala kepolisian kolonial setempat malah member stigma kedua warga dengan pernyataan yang tidak masuk akal untuk mengelabui perbuatan melanggar hokum yang dilakukan kepolisian kolonial.

" Markus Mebi merupakan orang yang dicari Polsek Abepura karena kasus pembakaran dan upaya pemerkosaan," katanya kapolkol.[FL/MP] 
Ilustrasi
Manokwar, CAHAYAPAPUA.com/Megaphone PAPUA - Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Royke Lumowa akhirnya menunjuk Komandan Detacemen C Brimob Sorong sebagai Pejabat Sementara (pjs) Kapolres Sorong Selatan.

Penunjukan Pjs Kapolres Sorong Selatan dilakukan pasca adanya demonstrasi ratusan anggota polisi setempat terhadap Kapolres Sorong Selatan AKBP Alexander Louw di Mapolres Selasa pekan ini.

Alexander dituduh oleh para bawahannya tidak transparan dalam penyaluran dana pengamanan Pemilukada daerah tersebut. Polisi setempat Jhon Paut, dalam demonstrasi mengatakan, Alexander Louw hanya menyalurkan Rp. 360 ribu kepada mereka setelah bertugas dalam pengamaman Pemilukada, padahal mereka seharusnya menerima Rp. 750 ribu per orang. Mereka juga kecewa karena pelayanan masyarakat yang sudah lama rusak tidak diperbaiki sehingga menghambat pelayanan polisi setempat.

Royke Lumowa mengatakan penunjukan Pjs diperlukan agar penyidik Propam Polda Papua Barat selesai dilakukan. Ia mengatakan penunjukan Pjs dilakukan hingga ada pejabat definitif Kapolres setempat.

“Saya minta malam ini juga Kapolres Sorong Selatan, ikut saya ke Manokwari untuk dimintai keterangan oleh kabid Propam. Kaden Brimob saya tunjuk sementara menggantikan pak Alex Louw sementara sampai dengan adanya pergantian yang defenitif,“ kata Kapolda.

Sementara itu Alexander Louw mengatakan dana pengamanan Pemilukada yang dituntut bawahannya sudah dibagi sesuai aturan. Ia mengatakan dana awal sebesar Rp. 900 juta yang diterima Polres telah disalurkan kepada para bawahannya.

“Dana itu diberikan secara bertahap. Dana masuk dari Pemda itu melalui rekening Polres dan diambil oleh bagian Opsnal, kemudian dibagikan kepada anggota, “ klaim Alex Louw.

“Saya heran dengan tuntutan anggota yang mengklaim persoalan yang menurut saya sangat jelas, sehingga menurut saya, ini hanya kepentingan pribadi oleh oknum anggota saja yang mempengaruhi anggota yang lain untuk melakukan aksi ini,” kata dia kepada wartawan.

“5 bulan yang lalu, saya telah meminta kepada Kapolda untuk saya pindah saja dari jabatan dari Kapolres, sebab saya sudah bosan menghadapi anggota yang membangkang perintah pimpinan. Yang jelas saya menjalankan perintah Undang-Undang dan penegakan Perda, tapi ada anggota yang terusik. Berarti ini sudah keliru,” dia menambahkan.

Demonstrasi pada anggota polisi setempat melumpuhkan layanan kepada masyarakat. Meski begitu kondisi di Polres tersebut tetap kondusif pasca demonstrasi. |NASIR

Sumber: CAHAYA PAPUA
Ilustrasi
Sleman, Megaphone PAPUA - Polda DI Yogyakarta membantu Polda Papua mengamankan PT Freeportdi Papua. Sebanyak 100 pasukan elit dari Satuan Brimob dikirim ke sana.
Pasukan diberangkatkan melalui Bandara Adisutjipto Jogja, Jumat (14/8/2015) setelah dilepas dalam upacara resmi di halaman Mapolda DI Yogyakarta, kemarin.
Wakapolda DI Yogyakarta Kombes Imam Sugianto mengatakan, untuk pertama kalinya Polda DI Yogyakarta diminta Mabes Polri untuk membantu Polda Papua dalam mengamankan PT Freeport Indonesia. Pasukan yang dikirim merupakan yang terpilih dan telah dibekali berbagai peralatan tugas sekaligus kemampuan tempur.
"Mereka akan bertugas selama tiga bulan dalam rangka pengamanan PT FreeportIndonesia 2015, untuk BKO Polda Papua," ujarnya.
Sebelum diberangkatkan, pasukan telah dilatih berbagai kemampuan tugas. Seperti taktik gerilya anti gerilya (GAG), perang hutan, analisa daerah operasi (ADO), dan menembak.
Pasukan juga telah memiliki kemampuan ilmu medan dan kompas, kesehatan lapangan, serta binmas pioner. Kemampuan itu harus dimiliki pasukan tersebut, sebab mereka akan mengamankan lokasi dari gangguan separatis.
(abp)

Sumber: OKEZONE
Pembangunan kembali rumah warga yang menjadi korban kerusuhan di Tolikara, Metrotv/ Ricardo Hutahaean

Jayapura, Megaphone PAPUA - Dua tersangka kasus kerusuhan di Tolikara, Papua, masih berada di sel Mapolda Papua. Hingga berita ini dimuat, Sabtu 8 Agustus, keduanya masih menjalani pemeriksaan. Kapolda Papua Brigjen Pol Paulus Waterpau enggan membebaskan keduanya.

Keengganan itu disampaikan Kapolda saat melakukan kunjungan dua hari di Karubaga, Tolikara. Kedatangan Kapolda didampingi Danrem 172/ PWY Kolonel Inf Sugiyono bertemu dengan tokoh adat, kepala perang, dan pemerintah kabupaten setempat.

"Ada permintaan untuk penangguhan penahanan tersangka. Saya jawab kita sedang memproses, biarlah semua bersabar dulu. Menunggu dulu proses ini hingga upaya maksimal," kata Kapolda yang menyempatkan diri meninjau pembangunan tempat ibadah dampak kerusuhan yang terjadi pada 17 Juli 2015 tersebut.

Kapolda berjanji menuntaskan kasus tersebut dengan adil dan sebaik-baiknya. Ia juga meminta saksi baik dari masyarakat, tokoh adat, maupun pemerintah bersedia memenuhi panggilan di Polda untuk mempercepat proses penyidikan.

Tersangka HK dan JW ditahan sepekan setelah kerusuhan terjadi di Tolikara. Saat kerusuhan, umat Islam di Tolikara tengah merayakan Idul Fitri. Kerusuhan mengakibatkan kebakaran sejumlah rumah, rumah tokoh, dan tempat ibadah.[RRN]

_________________________________________
Editor    : Hugo R 
Sumber : METRO TV
Tambang Freeport
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulut Brigjen Pol Wilmar Marpaung berharap personel Brimob Polda Sulut yang akan bertugas di PT Freeport Indonesia, Timika Papua agar segera menyesuaikan diri dengan adat istiadat masyarakat setempat.

Hal itu ditegaskannya saat menjadi Inspektur Upacara (Irup) pelepasan anggota untuk pengamanan ke PT Freeport Indonesia, dia Markas Komando Satuan Brimob Polda Sulut, Mapanget Manado, Selasa (21/4).

"Kapolda berpesan agar segera menyesuaikan diri dengan masyarakat setempat. Karena situasi dan kondisi di sana (Timika) dan di sini (Sulut) sangat jauh berbeda," ujar Kabid Humas, AKBP Wilson Damanik.

Selain itu, kata dia, dari pembekalan yang diberikan, Kapolda juga berpesan agar anggota dapat bertugas dengan baik. Meminimaliser kekacauan yang terjadi, terlebih memberikan rasa aman pada masyarakat di sana.

Pelepasan 110 anggota Brimob tersebut menggantikan anggota lainnya yang telah bertugas selama tiga bulan di Timika. Diungkapnya, jumlah personel dan lama waktu bertugas tergantung dari permintaan PT Freeport Indonesia.

"Sampai sejauh ini kami sesuaikan dengan permintaan dari PT Freeport Indonesia. Anggota Brimob yang telah bertugas sebelumnya akan segera pulang. Personel yang akan kembali semuanya lengkap, dan dalam keadaan baik," jelasnya. (Tribun Manado/Finneke Wolajan)

Sumber: TRIBUN